مُعْتَمَدِي
فَبِدُنْيَايَ وَآخِرَتِي يَا رَسُوْلَ الله خُذْ بِيَدِي
Waha imam para Rasul , wahai sandaranku ! Engkau pintu Allah , sandaranku
Wahai Rasulullah ! Untuk dunia dan akhiratku peganglah tanganku .
Ket: Dua bait ini
mengandung kesyirikan yang sangat. Penyair mengatakan kepada Rasulullah
saw,wahai sandaranku ! Para sahabatpun tidak pernah mengatakan
sedemikian kepada Rasulullah saw. Sandaran kita hanya kepada Allah sebagaimana ajaran doa Rasulullah saw ketika akan tidur sbb:
اللَّهُمَّ
أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ
وَجْهِي إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً
إِلَيْكَ لَا مَلْجَا وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ
بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْت
Allohumma aslamtu nafsii ilaik wafawwadhtu amrii ilaik wawajjahtu wajhii ilaik wa alja`tu zhohrii ilaik raghbatan wafrohbatan ilaika laa malja`a walaa manjaa minka illa ilaika aamantu bikitaabikal ladzii anzalta wabinabiyyikal ladzii arsalta
Ya Allah! Aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku serahkan urusan diriku kepadaMu dan aku hadapkan wajahku kepadaMu ( tiada niat bagiku kecuali untukMU ) aku lindungkan punggungku kepadaMu dengan
rasa takut dan senang mendapat rahmatMu. Tiada tempat perlindungan dan
penyelamatan dari siksaanMu kecuali berlindung kepadaMu . Aku beriman
terhadap kitab yang Engkau turunkan dan Nabi yang Engkau utus .
…………………………… Bila kamu mati akan mati dalam ke ada an fitrah ( muslim ) .[1]
Penyair itu melanjutkan perkataannya:
قَسَمًا بِالنَّجْمِ حِيْنَ هَوَى مَا الْمُعَافَى وَالسَّقِيْمُ سَوَا
فَاخْلَعِ اْلكَوْنَيْنِ عَنْكَ سِوَى حُبِّ مَوْلَى اْلعُرْبِ وَالْعُجْمِ
Aku bersumpah dengan bintang ketika terbenam. Orang yang sehat dengan orang sakit tidak sama. Lepaskan dua
alam jin dan manusia ( jangan di taruh di hatimu ) selain cinta kepada
Rasulullah saw yang menjadi pemimpin arab atau non arab.
Ket: Setahu saya bersumpah dengan bintang tidak diperkenankan karena ada hadis:
مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ أَوْ لِيَصْمُتْ *
Barang siapa bersumpah hendaklah bersumpah dengan nama Allah atau diam saja. [2]
Jadi tidak diperkenankan bersumpah dengan lain nama Allah .
Kita tidak bisa melepaskan dunia jin dan manusia karena ada ayat:
فَإِذَا
قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ
اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون
Apabila
telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan
carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu
beruntung.[3]
Syair selanjutnya sbb:
سَيِّدُالسَّادَاتِ مِنْ مُضَرْ غَوْثَ أَهْلِ الْبَدْوِ وَالْحَضَرْ
صَاحِبُ الآيَاتِ وَالسُّوَرِ مَنْبَعُ اْلَاحْكَامِ وَالْحِكَمِ
Rasulullah
saw adalah top pemimpin dari Mudhor, penolong orang desa dan kota. Dia
memiliki ayat dan surat, sumber hukum dan hikmah.
Ket:
Kalimat ghouts penolong yang biasanya dibuat sandaran ketika terjadi
krisis, menurut hemat kami kurang sreg. Julukan itu tidak pernah
dilakukan oleh para sahabat kepada Rasulullah saw.Begitu juga julukan
pemilik ayat dan surat. Sebab al Quran ini milik Allah sebagaimana ayat:
لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ
Yang
tidak datang kepadanya (Al Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun
dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi
Maha Terpuji.[4]
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.[5]
Kalimat Rasulullah saw sebagai sumber hukum kurang sreg. Sebab sumber hukum hanyalah Allah sebagaimana ayat :
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
Hukum hanyalah milik Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri".[6]
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Apakah
hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih
baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?[7]
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Kemudian
Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan
(agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa
nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
Rasulullah saw sekedar penyampai sebagaimana ayat :
يَاأَيُّهَا
الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ
تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai Rasul
, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika
tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak
menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.[8]
Lantas sang penyair berkata lagi:
قَمَرٌ طَابَتْ سَرِيْرَتُهُ وَسَجَايَاهُ وَسِيْرَتُهُ
صَفْوَةُ الْبَارِي وَخِيْرَتُهُ عَدْلُ أَهْلِ الحَلِّ وَالْحَرَمِ
Rasulullah saw laksana bulan yang hati ,perangai dan perilakunya baik .
Beliau pilihan pencipta, adil bagi penghuni tanah halal atau haram.
مَارَأَتْ عَيْنٌ وَلَيْسَ تَرَى مِثْلَ طَهَ فِى اْلوَرَى بَشَرًا
خَيْرُ مَنْ فَوْقَ الثَّرىَ أَثَراً طَاهِرُ الْاَخْلَاقِ وَالشِّيَمِ
Mata tidak pernah melihat manusia seperti Thoha ( Nabi saw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar